Harga Token Listrik Terbaru 2026 dan Cara Menghitung kWh

berikut harga token listrik terbaru serta cara menghitung kwh

Mau beli token listrik Rp20.000, Rp50.000, atau Rp100.000, tapi masih bingung berapa kWh yang akan masuk ke meteran? Tenang, Juragan! Jumlah listrik yang Juragan dapatkan bergantung pada golongan daya, tarif PLN, dan pajak daerah. Nah, untuk periode Oktober–Desember 2026, pemerintah mempertahankan tarif listrik pelanggan nonsubsidi. Karena itu, Juragan bisa menggunakan tarif yang berlaku untuk memperkirakan jumlah kWh sebelum membeli token. Supaya nggak salah hitung, yuk cek harga token listrik terbaru 2026, daftar tarif PLN, dan simulasi kWh berikut ini!

250508-WOW-PLN-komisi-naik_Pushnotif-Affinity Harga Token Listrik Terbaru 2026 dan Cara Menghitung kWh

Berapa Harga Token Listrik Terbaru 2026?

Nominal token listrik PLN tersedia dalam pilihan seperti Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000, Rp200.000, dan Rp500.000. Namun, jumlah kWh yang Juragan dapatkan bergantung pada tarif listrik sesuai golongan pelanggan serta pajak daerah.

Selain itu, biaya administrasi juga bisa memengaruhi total pembayaran. Karena itu, Juragan perlu membedakan nominal token dengan jumlah uang yang dibayar.

Nominal TokenNilai Pembelian Energi*
Rp20.000Rp20.000
Rp50.000Rp50.000
Rp100.000Rp100.000
Rp200.000Rp200.000
Rp500.000Rp500.000
Nominal tersebut belum menunjukkan jumlah kWh bersih. Pajak daerah memengaruhi energi yang diperoleh, sedangkan biaya administrasi mengikuti kanal pembelian.

Penting: Token listrik Rp50.000 bukan berarti meteran akan menampilkan saldo Rp50.000. Meteran listrik prabayar menampilkan jumlah energi dalam satuan kilowatt-hour atau kWh.

Daftar Tarif Listrik PLN Terbaru Oktober–Desember 2026

Tarif listrik PLN berbeda berdasarkan golongan pelanggan dan daya listrik. Untuk Oktober–Desember 2026, pemerintah mempertahankan tarif pelanggan nonsubsidi.

Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA menggunakan tarif Rp1.444,70 per kWh.

Berikut tarif listrik rumah tangga sebagai acuan.

Golongan Rumah TanggaTarif per kWh
450 VA subsidiRp415
900 VA subsidiRp605
900 VA nonsubsidiRp1.352
1.300 VA nonsubsidiRp1.444,70
2.200 VA nonsubsidiRp1.444,70
3.500–5.500 VA nonsubsidiRp1.699,53
6.600 VA ke atas nonsubsidiRp1.699,53
Gunakan informasi tarif PLN dan ketentuan ESDM yang berlaku sebagai acuan. Status subsidi mengikuti golongan pelanggan.

Nah, perhatikan golongan 900 VA. Meskipun daya listriknya sama, tarif pelanggan subsidi dan nonsubsidi berbeda. Akibatnya, dua pelanggan yang membeli token dengan nominal sama bisa mendapatkan jumlah kWh yang berbeda.

Baca Juga : Panduan jadi agen pembayaran listrik

Token Listrik Rp20 Ribu, Rp50 Ribu, dan Rp100 Ribu Dapat Berapa kWh?

Untuk pelanggan 1.300 VA nonsubsidi dengan tarif Rp1.444,70 per kWh dan asumsi pajak daerah 3%, token Rp20.000 menghasilkan sekitar 13,43 kWh, Rp50.000 sekitar 33,57 kWh, dan Rp100.000 sekitar 67,14 kWh. Namun, jumlah tersebut hanya simulasi. Juragan bisa mendapatkan hasil berbeda jika pajak daerah atau ketentuan pembeliannya tidak sama.

Berikut tabel lengkapnya.

Nominal TokenEstimasi kWh 1.300 VA
Rp20.00013,43 kWh
Rp50.00033,57 kWh
Rp100.00067,14 kWh
Rp200.000134,28 kWh
Rp500.000335,71 kWh

Asumsi simulasi:

  • Tarif listrik Rp1.444,70 per kWh.
  • Pajak daerah untuk penerangan jalan sebesar 3%.
  • Biaya administrasi berada di luar nominal pembelian energi.
  • Angka merupakan estimasi matematika, bukan jumlah kWh pasti pada setiap pembelian.

Juragan bisa menggunakan tabel ini sebagai gambaran, tetapi tetap periksa rincian transaksi untuk mengetahui nilai kWh yang sebenarnya.

Bagaimana Cara Menghitung kWh Token Listrik?

Untuk menghitung kWh token listrik, Juragan perlu mengetahui nominal pembelian energi, pajak daerah, dan tarif listrik per kWh. Kurangi nominal energi dengan pajak yang berlaku, lalu bagi hasilnya dengan tarif listrik sesuai golongan pelanggan.

Rumus sederhana:

Estimasi kWh = (Nominal token − pajak atas pembelian energi) ÷ tarif listrik per kWh

Contoh Perhitungan Token Rp50.000 untuk Daya 1.300 VA

Misalnya, Juragan membeli token listrik Rp50.000 dengan ketentuan berikut:

KomponenNilai
Nominal tokenRp50.000
Tarif listrikRp1.444,70/kWh
Pajak daerah (asumsi 3%)Rp1.500
Nilai energi setelah pajakRp48.500
Estimasi energi33,57 kWh

Perhitungannya:

Rp50.000 − Rp1.500 = Rp48.500

Rp48.500 ÷ Rp1.444,70 = 33,57 kWh

Jadi, dengan asumsi tersebut, pembelian token Rp50.000 menghasilkan sekitar 33,57 kWh.

Contoh ini mengikuti pendekatan perhitungan yang PLN jelaskan dalam panduan resminya. Untuk transaksi sebenarnya, Juragan perlu menggunakan tarif dan pajak daerah yang berlaku.

Kenapa kWh Token Listrik Bisa Berbeda?

Pernah membeli token dengan nominal sama, tetapi jumlah kWh yang masuk berbeda dari perkiraan? Ada beberapa penyebab yang perlu Juragan pahami.

1. Golongan Daya Listrik Berbeda

Pelanggan 900 VA subsidi mempunyai tarif yang berbeda dari pelanggan 1.300 VA nonsubsidi.

Karena itu, nilai pembelian energi yang sama dapat menghasilkan jumlah kWh berbeda.

2. Pajak Daerah Berbeda

Pemerintah daerah menetapkan pajak atas konsumsi listrik sesuai ketentuan setempat.

Besaran pajak tersebut dapat memengaruhi nilai energi yang Juragan dapatkan dari pembelian token.

3. Biaya Administrasi Pembelian

Kanal pembelian token bisa mengenakan biaya administrasi.

Juragan perlu membedakan nominal token dengan total pembayaran. Misalnya, transaksi token Rp50.000 dengan biaya administrasi Rp2.000 dapat menghasilkan total pembayaran Rp52.000.

Angka biaya administrasi Rp2.000 hanya ilustrasi, bukan tarif resmi semua kanal.

Apakah Token Listrik Kena PPN?

PPN atas jasa penjualan token listrik tidak sama dengan pajak atas seluruh nominal energi listrik. Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan bahwa PPN jasa penjualan token berlaku pada komisi atau selisih harga yang diperoleh penjual, bukan otomatis pada nilai token listriknya.

Karena itu, Juragan jangan langsung memotong PPN dari seluruh nominal token saat menghitung kWh rumah tangga.

Untuk perhitungan energi, perhatikan tarif PLN, pajak daerah yang berlaku, dan rincian biaya pada transaksi.

Bagaimana Cara Membeli Token Listrik lewat Fastpay?

Kalau Juragan sudah menjadi agen Fastpay, Juragan bisa melayani pembelian token listrik pelanggan melalui aplikasi.

Berikut langkah umumnya:

  1. Buka aplikasi Fastpay dan masuk ke akun agen.
  2. Pilih menu PLN.
  3. Pilih layanan Token Listrik (Prabayar).
  4. Masukkan nomor meter atau ID pelanggan.
  5. Pilih nominal token sesuai permintaan pelanggan.
  6. Periksa informasi pelanggan, nominal, dan total biaya.
  7. Konfirmasi pembayaran sesuai petunjuk aplikasi.
  8. Setelah transaksi berhasil, berikan kode token kepada pelanggan.

Pastikan Juragan memeriksa nomor meter sebelum membayar agar tidak salah tujuan. Kalau transaksi masih tertunda, cek status di riwayat aplikasi. Jangan langsung mengulang pembelian.

ic_temukan-di-googleplay Harga Token Listrik Terbaru 2026 dan Cara Menghitung kWh
Unduh Fastpay di Playstore

Apakah Warung Bisa Menjual Token Listrik PLN?

Bisa, Juragan! Pemilik warung atau konter bisa menambah layanan pembelian token listrik melalui aplikasi keagenan seperti Fastpay.

Selain token prabayar, Fastpay menyediakan layanan pembayaran listrik pascabayar dan layanan PLN lainnya sesuai fitur yang tersedia.

Jadi, ketika pelanggan ingin membeli token listrik atau membayar tagihan, Juragan punya peluang melayani kebutuhan mereka di warung.

Namun, hasil usaha tetap bergantung pada jumlah transaksi, ketentuan komisi, biaya, dan kebutuhan pelanggan sekitar.

Mau menambah layanan token listrik di warung? Yuk, kenali pilihan layanan dan cara menjadi Agen PLN Fastpay!

Kesimpulan

Harga token listrik terbaru 2026 perlu Juragan pahami melalui dua hal: nominal pembelian dan tarif listrik per kWh.

Untuk Oktober–Desember 2026, tarif pelanggan nonsubsidi tetap mengikuti ketentuan pemerintah. Contohnya, pelanggan rumah tangga 1.300 VA menggunakan tarif Rp1.444,70 per kWh.

Dengan asumsi pajak daerah 3%, token Rp50.000 menghasilkan sekitar 33,57 kWh. Namun, jumlah sebenarnya tetap mengikuti golongan daya, pajak daerah, dan rincian transaksi.

Kalau Juragan memiliki warung atau konter dan ingin melayani pembelian token listrik pelanggan, Fastpay bisa menjadi salah satu pilihan untuk menambah layanan.

Cek layanan token listrik, tagihan PLN, dan informasi kemitraan melalui halaman Agen PLN Fastpay!

FAQ Harga Token Listrik Terbaru

1. Token listrik Rp20.000 dapat berapa kWh?

Untuk pelanggan rumah tangga 1.300 VA nonsubsidi dengan asumsi pajak daerah 3%, token Rp20.000 menghasilkan sekitar 13,43 kWh. Jumlah sebenarnya dapat berbeda.

2. Token listrik Rp50.000 dapat berapa kWh?

Dengan tarif Rp1.444,70/kWh dan asumsi pajak daerah 3%, token Rp50.000 menghasilkan sekitar 33,57 kWh.

3. Token listrik Rp100.000 dapat berapa kWh?

Untuk pelanggan 1.300 VA nonsubsidi dengan asumsi yang sama, token Rp100.000 menghasilkan sekitar 67,14 kWh.

4. Apakah harga listrik 900 VA dan 1.300 VA sama?

Tidak. Tarif 900 VA bergantung pada status subsidi, sedangkan pelanggan rumah tangga 1.300 VA nonsubsidi menggunakan tarif Rp1.444,70/kWh pada periode ini.

5. Kenapa token Rp50.000 tidak menjadi saldo Rp50.000 di meteran?

Karena meteran prabayar mencatat energi dalam kWh, bukan saldo rupiah. Jumlah energi mengikuti tarif listrik dan komponen pajak yang berlaku.

6. Apakah harga token listrik sudah termasuk biaya admin?

Belum tentu. Beberapa kanal mengenakan biaya administrasi di luar nominal token. Periksa total tagihan sebelum menyelesaikan pembelian.

7. Apakah warung bisa menjual token listrik?

Bisa. Juragan dapat menawarkan pembelian token listrik melalui layanan agen seperti Fastpay setelah memenuhi persyaratan akun dan saldo transaksi.

Sebarkan artikel ini