Syarat Buka BRILink untuk Warung dan UMKM yang Cukup Ribet

syarat buka brilink untuk warung dan umkm

Syarat buka BRILink sering jadi topik yang banyak dicari pemilik warung dan UMKM yang ingin naik kelas. Wajar saja. BRILink menghadirkan layanan keagenan bank yang memungkinkan warung melayani transfer, tarik tunai, setor tunai, serta pembayaran berbagai tagihan. Di atas kertas, terlihat menjanjikan: warung jadi “mini bank”, pelanggan ramai, komisi mengalir.

Saat pelaku usaha menggali informasi lebih dalam, mereka menyadari bahwa syarat membuka BRILink tidak sesederhana perkiraan awal. BRI menerapkan pengajuan EDC, target transaksi, dan proses seleksi, sehingga tidak semua warung bisa langsung lolos.

Apa Itu BRILink dan Kenapa Banyak UMKM Tertarik?

BRILink adalah program keagenan dari Bank BRI yang memungkinkan nasabah terdaftar menjadi perpanjangan layanan bank. Agen BRILink bisa melayani berbagai transaksi perbankan langsung dari warung atau tempat usaha.

Alasan BRILink diminati UMKM antara lain:

  • Brand BRI sudah dikenal luas
  • Banyak nasabah BRI di daerah
  • Transaksi perbankan dibutuhkan setiap hari
  • Peluang komisi dari setiap transaksi

Bagi warung di daerah padat penduduk, BRILink memang bisa jadi magnet pelanggan. Pelaku usaha perlu memahami seluruh syarat buka BRILink sejak awal agar mereka dapat menilai peluang dan kesiapan usaha secara realistis.

Syarat Buka BRILink untuk Warung dan UMKM

Bank BRI menetapkan syarat buka BRILink secara langsung, dan setiap cabang dapat menerapkan kebijakan yang sedikit berbeda. Berikut ini BRI menerapkan sejumlah syarat yang paling sering berlaku bagi calon agen BRILink.

1. Harus Memiliki Usaha yang Sudah Berjalan

BRI tidak membuka BRILink untuk usaha fiktif atau baru rencana. Warung atau UMKM harus benar-benar aktif dan memiliki lokasi usaha yang jelas.

2. Memiliki Rekening BRI Aktif

Calon agen wajib memiliki rekening BRI atas nama pribadi atau usaha. Rekening ini akan digunakan untuk menampung saldo dan transaksi BRILink.

3. Mengajukan Perangkat EDC

Ini poin penting dalam syarat buka BRILink. Agen umumnya diwajibkan menggunakan mesin EDC milik BRI untuk menjalankan transaksi.

Artinya:

  • Harus mengajukan EDC
  • Menunggu persetujuan
  • Menggunakan perangkat fisik tambahan di warung

4. Lokasi dan Potensi Transaksi Dinilai

Tidak semua warung otomatis diterima. Pihak bank akan menilai sebagai berikut:

  • Lokasi usaha
  • Potensi transaksi harian
  • Kepadatan penduduk sekitar

Warung yang dianggap “kurang potensial” bisa saja ditolak.

5. Ada Target Transaksi Tertentu

Praktik di lapangan menunjukkan bahwa BRI sering mengharapkan agen BRILink mencapai volume transaksi tertentu agar agen tetap berstatus aktif.

Jika transaksi sepi, risiko evaluasi atau penghentian bisa terjadi.

Baca juga: Aplikasi PPOB Terbaik untuk Loket Pembayaran

Proses Pendaftaran dan Syarat Buka BRILink: Tidak Instan

BRI menetapkan syarat pembukaan BRILink yang cukup panjang dan menjalankan proses yang memakan waktu.

Secara umum, alurnya:

  1. Mengajukan permohonan ke kantor BRI
  2. Mengisi formulir dan melengkapi dokumen
  3. Survei lokasi usaha
  4. Pengajuan dan distribusi EDC
  5. Aktivasi agen BRILink

Dalam praktiknya, proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu. Bagi UMKM yang ingin langsung jalan dan dapat penghasilan tambahan, ini sering terasa terlalu lama.

Alternatif Selain BRILink: Kenapa Banyak UMKM Beralih ke Fastpay?

Di tengah syarat buka BRILink yang cukup ribet, banyak UMKM mulai melirik alternatif yang lebih fleksibel, salah satunya Fastpay.

Fastpay bukan agen bank, tapi aplikasi PPOB dan keagenan digital yang memungkinkan warung dan UMKM membuka layanan keuangan tanpa EDC dan tanpa target transaksi.

Apa Bedanya Fastpay dengan BRILink?

Perbedaan paling terasa ada di sistem dan fleksibilitas.

Fastpay:

  • Tidak perlu pengajuan EDC
  • Cukup pakai HP Android
  • Tidak ada target transaksi
  • Pendaftaran lebih cepat
  • Layanan lebih beragam
bisnis-ppob-fastpay-footer Syarat Buka BRILink untuk Warung dan UMKM yang Cukup Ribet

Dengan satu aplikasi, UMKM bisa:

  • Menjual pulsa dan paket data
  • Melayani pembayaran token dan tagihan listrik
  • BPJS Kesehatan
  • PDAM
  • Top up e-wallet
  • Transfer dan tarik tunai via Mini ATM
  • Sekaligus daftar QRIS gratis

Bagi warung kecil, ini sering terasa lebih realistis dan minim tekanan.

Kalau BRILink cocok untuk warung dengan trafik tinggi dan siap memenuhi target, Fastpay justru cocok untuk berbagai jenis usaha sebagai berikut:

  • Warung rumahan
  • Konter kecil
  • UMKM baru
  • Usaha sampingan

Fastpay tidak menuntut volume transaksi tertentu. Mau ramai atau sepi, akun tetap aktif. UMKM bisa bertumbuh pelan-pelan sesuai kondisi lingkungan.

Yang menarik, Fastpay memungkinkan warung menjadi loket pembayaran serba bisa, bukan hanya tarik tunai.

FAQ Seputar Syarat Buka BRILink

1. FAQ Seputar Syarat Buka BRILink dan Alternatifnya

Umumnya harus punya usaha aktif, rekening BRI, lokasi strategis, lolos survei, dan bersedia menggunakan EDC.

2. Apakah buka BRILink pasti dapat EDC?

Tidak selalu. Praktik di lapangan menunjukkan bahwa BRI sering mengharapkan agen BRILink mencapai volume transaksi tertentu agar agen tetap berstatus aktif.

3. Apakah Fastpay bisa menggantikan fungsi BRILink?

Untuk banyak kebutuhan harian masyarakat seperti pembayaran, transfer, dan top up, Fastpay sudah sangat siap untuk menggantikan brilink di tengah masyarakat.

4. Apakah Fastpay cocok untuk UMKM pemula?

Sangat cocok karena tidak ada target, tidak ada biaya pendaftaran besar, dan prosesnya cepat.

Kesimpulan

BRILink memang menawarkan peluang, tapi juga datang dengan konsekuensi: proses panjang, pengajuan EDC, dan tuntutan transaksi. Untuk warung dengan trafik tinggi dan kesiapan operasional, BRILink bisa jadi pilihan.

Namun bagi sebagian besar warung dan UMKM, terutama yang ingin solusi praktis tanpa ribet, Fastpay hadir sebagai pengganti dan pilihan utama yang lebih fleksibel. Tanpa EDC, tanpa target transaksi, dan dengan layanan yang lebih lengkap untuk kebutuhan harian masyarakat.

Sebarkan artikel ini